<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808</id><updated>2011-12-05T07:33:50.922+08:00</updated><category term='Jakarta juga perlu perahu'/><category term='Ibu dari Surabaya'/><category term='Nasib Sapundu'/><category term='Sipet'/><category term='Selamat datang tahun 2008'/><category term='Sapundu'/><category term='Jawa atau Kalimantan'/><category term='Siapa mampu menghentikan waktu (2)'/><category term='Suling Tulang Bahuang'/><category term='Suling Tulang Bahuang 2'/><category term='Tarian Tradisional Kelteng'/><title type='text'>Kalanawan</title><subtitle type='html'>Forum diskusi mengenai kehidupan suku Dayak di Pulau Kalimantan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kalanawan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-6815901995110520719</id><published>2011-11-30T11:16:00.001+08:00</published><updated>2011-11-30T11:48:38.650+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siapa mampu menghentikan waktu (2)'/><title type='text'>SIAPA MAMPU MENGHENTIKAN WAKTU? (Bagian 2)</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sejak lama aku dan isteriku sepakat bahwa jika sudahpensiun kami akan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;kembali ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;alam&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;desa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kami sudah lelah menjalani kehidupan di kota besar,berdesak-desakan dengan para tetangga yang serakah. Bahkan membuka jendela sajasudah tidak bisa - karena setiap orang membangun rumahnya secara berhimpitan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di desa, kami akan membangun rumah mungil dari kayu,dengan jendela besar tanpa teralis yang terbuka lebar, dikelilingi taman bunga yangluas sehingga kami dapat menghirup udara segar seberapa banyak yang kami inginkan.Di depan dan samping kiri rumah akan kami buat kolam ikan yang luas. Bagian sebelahkanan digunakan untuk menanam sayuran, sedang di bagian belakang akan ditanami pohonbuah-buahan rambutan, langsat, durian, cempedak, mangga, jeruk dan salak. Disela-sela pepohonan itu akan digunakan sebagai area peternakan unggas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Demikianlah, sejak awal tahun lalu aku bersama Mala mulaimencurahkan pikiran, tenaga dan juga uang untuk mengubah tempat ini menjaditempat yang sesuai dengan impian kami. Memang tidak semudah yang kami&amp;nbsp; bayangkan. Kendala utama ialah karena tingkatkesuburan tanah di sini sangat rendah sehingga kurang memadai untuk digunakansebagai lahan bercocok-tanam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dahulunya lahan ini merupakan bekas kebun karet milikpenduduk, kemudian dijadikan ladang tempat menanam padi, sehingga zat hara padatanah sudah hampir habis. Sebagian besar permukaan tanah mengandung gambutdengan tingkat keasaman yang tinggi, juga terlalu mudah longsor untuk digunakansebagai lokasi kolam ikan. Meskipun demikian kami tetap memilih tempat inikarena ternyata juga punya kelebihan, yaitu terletak di daerah lintasan mataair, menurut keterangan penduduk setempat tidak pernah kekeringan kecuali padamusim kemarau panjang, namun juga tidak pernah dilanda banjir meski pada musimpenghujan. Posisinya yang terletak di kaki lembah yang diapit oleh dua bukit disebelah kiri dan kanan membuat air mudah dikelola supaya mengalir dengan deras.Hal itu sangat baik untuk mempercepat pertumbuhan ikan, sekaligus merupakannilai tambah dari segi estetika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alasan lain bagi kami memilih tempat ini adalah karenasuasananya yang sunyi dan tenang, terletak sekitar 6 kilometer dari pusat kota.Hanya sesekali ada mobil atau sepeda motor melintas lewat. Sebagian banyak darimereka yang lewat adalah para petani penyadap karet atau anak sekolah yangsengaja memilih jalan ini supaya tidak terjaring razia, karena tidak punyasurat ijin mengemudi atau tidak pernah membayar pajak tahunan kendaraanbermotor. Ada juga beberapa mobil bak terbuka milik para pengusaha spanyol(separo nyolong), yaitu pengusaha yang menjadi cukong penebangan kayu secaraliar. Meski pemerintah sudah melarang, mereka terus saja merambah hutan,menebang pohon sesuka hatinya, dibelah di tempat dengan chainsaw untukdijadikan bahan bangunan, kemudian diangkut ke kota dengan caraterang-terangan. Para aparat yang berwenang mengawasi hal itu seolah menutupmata, berlagak seolah-olah tidak tahu, bahkan sangat mungkin ada permainanpat-gulipat di antara sang cukong dan aparat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sekitar tiga ratus meter dari tempat ini ke arah Timurada perkampungan penduduk dengan jumlah rumah&amp;nbsp;lebih kurang tigapuluh buah. Sedangkan ke arah Barat ada sekitar tujuhatau delapan buah rumah dengan jarak antara rumah satu ke rumah yang lainsekitar lima puluh sampai seratus meter. Secara administratif daerah initercakup dalam kawasan rencana perluasan kota Tamiang Layang dan disebut jalanlingkar luar, sengaja dibangun sebagai jalan alternatif untuk menghindar darikemacetan lalu lintas di pasar Temanggung Djayakarti Tamiang Layang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Masalah paling berat bagi aku dan Mala ketika baru pindahke sini adalah faktor usia dan human behavior. Sebesar apapun semangat kami, tetapharus diakui bahwa aku dan Mala sudah berusia lanjut, sehingga kami bukanlahmerupakan pekerja yang handal untuk menaklukkan alam. Aku memang &amp;nbsp;merupakan putra asli suku Dayak Ngaju yanglahir di pedalaman Katingan, namun sejak usia sekolah menengah aku pergimeninggalkan kampung halaman dan merantau ke kota besar. Aku tidak punyapengalaman yang memadai untuk beralih profesi menjadi petani. Setelahmenyelesaikan ’sebagian’ pendidikan program S1 di Fakultas Ekonomi UniversitasLambung Mangkurat Banjarmasin, aku diterima bekerja pada sebuah bank umum miliknegara dan ditempatkan pada salah satu cabangnya di kota Tanjungredeb, KalimantanTimur. Selama lebih dari 31 tahun aku menjalani rutinitas kehidupan yang itu-itusaja. Setiap hari bekerja dari jam 07.00 pagi sampai jam 20.00 malam, menempatiruangan kantor yang bersih dan sangat nyaman dengan udara sejuk yang diaturoleh mesin pada suhu 23 derajat Celcius. Kulitku hampir tidak pernah disengat olehterik matahari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Adapun Mala, meski orang tuanya berasal dari suku DayakMaanyan&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4385182557877517808#_edn1" name="_ednref1" style="mso-endnote-id: edn1;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[i]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,namun ia lahir dan dibesarkan di Balikpapan, satu-satunya kota paling besar danbertaraf internasional di pulau Kalimantan. Bagi kami, hidup di tengah alampedesaan merupakan sebuah pengalaman baru. Meskipun demikian, semua kendala danhambatan tidaklah membuat kami tawar hati. Malah kami anggap sebagai tantangan.Kami harus mampu memanfaatkan kondisi dan kemampuan yang ada sehingga dapat memberikanhasil sesuai dengan harapan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="mso-element: endnote-list;"&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;div id="edn1" style="mso-element: endnote;"&gt;&lt;div class="MsoEndnoteText" style="tab-stops: 14.2pt;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4385182557877517808#_ednref1" name="_edn1" style="mso-endnote-id: edn1;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;[i]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penduduk asli propinsi Kalteng terdiri dari 2 kelompok besar,yaitu &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoEndnoteText" style="margin-left: 24.75pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: 7.1pt; text-align: justify; text-indent: -10.55pt;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;suku Dayak Ngaju, tinggal di daerah aliran sungaiSeruyan, Mentaya, Katingan, Kahayan dan Kapuas;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoEndnoteText" style="margin-left: 24.75pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: 7.1pt; text-indent: -10.55pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;suku Dayak Maanyan,&amp;nbsp; tinggal di daerah aliran sungai Barito.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoEndnoteText" style="margin-left: 24.75pt; tab-stops: 7.1pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-6815901995110520719?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalanawan.blogspot.com/feeds/6815901995110520719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4385182557877517808&amp;postID=6815901995110520719&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/6815901995110520719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/6815901995110520719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2011/11/siapa-mampu-menghentikan-waktu-bagian.html' title='SIAPA MAMPU MENGHENTIKAN WAKTU? (Bagian 2)'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-8043852112078270984</id><published>2011-11-16T00:32:00.003+08:00</published><updated>2011-11-16T00:40:13.392+08:00</updated><title type='text'>Sekali lagi: DAYAK DAN CINA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-LLafL0wdc70/TsKVNgzN54I/AAAAAAAAAHk/Gxq7bREuCME/s1600/616720-The-Dragon-Pagoda-0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-LLafL0wdc70/TsKVNgzN54I/AAAAAAAAAHk/Gxq7bREuCME/s320/616720-The-Dragon-Pagoda-0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675262539815839618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidup, saya tidak banyak bepergian. Tapi dari sedikit  pengalaman melakukan perjalanan saya sering menemukan kejadian yang  bersifat sama atau berulang. Di bandar udara, di terminal bus, di  pelabuhan kapal laut, di stasiun kereta dan ketika jalan-jalan di mall  orang sering keliru karena mengira saya orang cina. &lt;div&gt;Dulunya saya  memang bangga sering dikira cina, karena semua orang sudah tahu bahwa  sebagian besar saudara kita warga keturunan cina di negeri ini menikmati  taraf kehidupan ekonomi yang lebih baik atau paling tidak diatas garis  rata-rata. Tapi setelah terjadi kerusuhan besar di Jakarta penghujung  masa kekuasaan Orde Baru antara tahun 1997-1998, ketika orang cina  dikejar-kejar, dirampok, disiksa dan dibunuh, saya merasa jadi ngeri  juga menyandang predikat sebagai cina gadungan. Kalau jadi cina beneran  apa boleh buat, namanya sudah memang risiko. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu saya  bertanya pada diri sendiri, mengapa orang sering mengira saya orang  cina, padahal raut wajah saya dayak tulen. Sure. Tiba-tiba saya teringat  sepotong cerita lama yang pernah saya dengar sekitar tigapuluh tahun  yang lalu. Saking lamanya, sebagian besar dari ceritera tersebut tidak  mampu saya ingat lagi. Konon katanya orang dayak dan orang cina itu  adalah dua orang saudara kandung. Suatu hari mereka menemukan sebongkah  emas kurang lebih sebesar buah kelapa (berapa kilo ya?) di puncak gunung  Kinabalu. Ketika akan dijual, tidak ada yang sanggup membeli emas  dengan jumlah dan ukuran sebesar itu, padahal mereka ingin menjualnya  sekaligus, tidak mau dijual sedikit-sedikit. Pikir punya pikir, akhirnya  mereka terpaksa pergi ke negeri Tiongkok untuk menjual hasil temuan  mereka tadi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika itu belum ada kapal laut, apalagi pesawat  udara. Mereka naik rakit bambu yang diberi layar. Di tengah lautan  tiba-tiba muncul seekor naga ingin merebut bola emas dari mereka. Enak  aja tuh si naga, emang lu kira gratis? Kedua saudara tadi bertempur  mati-matian melawan naga, tapi lama-kelamaan mereka kewalahan juga.  Sambil bertempur mereka mengubah strategi. Si abang berusaha mengalihkan  perhatian sang naga, sedang adiknya mengumpulkan kuali, piring, sendok  dan gelas yang ada di atas rakit dan terbuat dari kuningan, untuk  ditanak menjadi bola emas palsu. Setelah bola emas palsu selesai dibuat  lalu mereka lembarkan ke mulut si naga. Setelah merasa berhasil merebut  bola emas (palsu) tadi sang naga langsung pergi. Kutipu kau, kata kedua  saudara tadi sambil tersenyum lega dan meneruskan perjalanan ke negeri  Tiongkok. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setiba di sana, mereka berhasil menjual bola emas  dengan harga yang pantas, tapi kemudian timbul masalah dalam pembagian  hasil penjualan. Masing-masing pihak merasa lebih berjasa ketika  mempertahankan emas dari serangan naga, sehingga saling menuntut bagian  lebih besar dari yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai disini saya lupa  kelanjutan ceriteranya. Karena itu jika ada diantara pembaca yang  kebetulan mengetahui ceritera ini secara lengkap, sudilah kiranya  memberikan koreksi, tanggapan atau tambahan kelanjutan kisah tersebut.  Paling tidak dari ceritera tersebut saya ingin memastikan bahwa  sebenarnya orang dayak itu tidak mirip dengan orang cina, tapi orang  cina-lah yang (sebagian) mirip dengan orang dayak.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-8043852112078270984?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalanawan.blogspot.com/feeds/8043852112078270984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4385182557877517808&amp;postID=8043852112078270984&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/8043852112078270984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/8043852112078270984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2011/11/sekali-lagi-dayak-dan-cina.html' title='Sekali lagi: DAYAK DAN CINA'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-LLafL0wdc70/TsKVNgzN54I/AAAAAAAAAHk/Gxq7bREuCME/s72-c/616720-The-Dragon-Pagoda-0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-6024567665584438964</id><published>2011-11-15T09:40:00.003+08:00</published><updated>2011-11-16T09:57:33.856+08:00</updated><title type='text'>SIAPA MAMPU MENGHENTIKAN WAKTU?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-csVAxsErIPE/TsHxgGSMpII/AAAAAAAAAHY/ctGVGnp_EXQ/s1600/100_3119Small.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675082539208582274" src="http://4.bp.blogspot.com/-csVAxsErIPE/TsHxgGSMpII/AAAAAAAAAHY/ctGVGnp_EXQ/s320/100_3119Small.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 36.0pt;"&gt;Senin, 12&lt;span lang="EN-US"&gt; Juli&lt;/span&gt; tahun duaribu sekian. &lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 36.0pt;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 36.0pt;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;B&lt;/span&gt;eberapa hari terakhir ini kesehatanku kurang baik. Sejak kepergian isteriku ke Banjarmasin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;pekan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; lalu aku merasa nyeri pada otot  punggung sebelah kiri. Semula aku tidak peduli dengan rasa sakit itu dan mencoba untuk tetap beraktivitas seperti biasa.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Begitu &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;bangun pagi aku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;langsung &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;menyiapkan sarapan. Semuanya harus dikerjakan sendiri karena memang tidak ada orang lain di rumah ini.  Ada untungnya juga bahwa aku sudah terbiasa tidak sarapan makan nasi. Cukup secangkir kopi deng&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;n sepotong kue, dan pagi ini lebih istimewa karena ada roti sumbu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; ubi rebus dioles m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;argarine&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;. Aku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;membawa sarapan ke&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; teras depan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; dan menikmatinya sambil duduk&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; menghadap ke kolam taman. Pagi ini air kolam tampak lebih bening dari biasa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;nya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;. Di pojok kolam sebelah utara terdapat air terjun mini yang aku buat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;sendiri &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;dari tumpukan batu kali. Dari situ terdengar gemercik suara air seolah menggelitik telinga. Tepat di bawah air terjun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;itu &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;beberapa ekor ikan mas berenang meliuk-liuk dengan gerakan perlahan. Ada yang berwarna hitam, abu-abu, dan ada juga yang berwarna kuning cerah. Dahulu ikan mas itu dibeli oleh Mala – isteriku – di pasar ikan Tamiang Layang. Ketika dibeli ikannya masih kecil-kecil, satu ekor beratnya rata-rata sekitar 200 gram. Tanpa terasa setelah kami pelihara lebih kurang 6 bulan sekarang ikan mas itu tumbuh menjadi bongsor. Kini setiap satu ekor beratnya mungkin sudah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;mencapai berat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;dua&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; kilogram&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; atau lebih&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;. Mengetahui keberdaanku di teras depan, beberapa ekor ikan mas itu berlomba mendekat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; seolah mengerti bahwa sekarang adalah waktu untuk bersama menikmati sarapan pagi. Akupun menebar beberapa genggam &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;pelet&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4385182557877517808#_edn1" name="_ednref1" style="color: black;" title=""&gt; k&lt;/a&gt;e &lt;/span&gt;dalam kolam. Puluhan ekor ikan mas itu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;menggelepar &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;saling mandahului &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;menyambar &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;makanan dengan penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sepasang burung kecil terbang rendah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; melintasi taman&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;, lalu hinggap &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;di &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;ranting p&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;oho&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;n akasia &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;depan rumah. Entah burung apa namanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;. Paruhnya hitam&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;, bulunya warna hijau tapi di dadanya ada warna merah. Mereka melompat dari satu ranting ke ranting yang lain sambil terus-menerus mengeluarkan bunyi mirip sempritan anak sekolah sedang latihan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;lomba &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;gerak jalan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; menjelang peringatan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;”Prit ... prit ... prit ... prit.”  &lt;/span&gt;                                                    &lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sementara itu dari pepohonan hutan yang lebih tinggi terdengar suara kicau berbagai jenis burung lain yang saling bersahutsahutan. Mereka se&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;olah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;span lang="EN-US"&gt;sedang memainkan orkes simphony. Aku duduk di kursi sambil memejamkan mata dengan perlahan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Serasa ada sesuatu yang mengalir dari ubun-ubun, turun melalui leher, bahu, punggung, lalu memenuhi rongga dada. Sesuatu yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Gusti &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Allah, kicau burung, gemercik suara air terjun, semerbak bau bunga dan aroma wangi rerumputan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; basah yang diterpa sinar hangat matahari pagi,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;emua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;nya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; merupakan berkat dari Tuhan semesta alam yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;menghadirkan rasa &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;nikmat luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;ku merasa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;jarum &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;waktu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;seolah &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;sedang berhenti. Aku lupa bahwa aku sedang berada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;jauh &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;di tempat asing seorang diri, duaratus limapuluh kilometer dari Banjarmasin – tempat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;dimana &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;isteri dan anak-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;anakku&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; berada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="mso-element: endnote-list;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Bersambung .....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-6024567665584438964?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalanawan.blogspot.com/feeds/6024567665584438964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4385182557877517808&amp;postID=6024567665584438964&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/6024567665584438964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/6024567665584438964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2011/11/siapa-mampu-menghentikan-waktu.html' title='SIAPA MAMPU MENGHENTIKAN WAKTU?'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-csVAxsErIPE/TsHxgGSMpII/AAAAAAAAAHY/ctGVGnp_EXQ/s72-c/100_3119Small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-7911093078502122140</id><published>2009-05-10T11:02:00.004+08:00</published><updated>2009-05-10T11:23:26.000+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarian Tradisional Kelteng'/><title type='text'>Kesenian Daerah Kalimantan Tengah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/SgZETpMdJ4I/AAAAAAAAAGw/yPV92DAp5HA/s1600-h/uvs090506-001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334025912933230466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 256px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/SgZETpMdJ4I/AAAAAAAAAGw/yPV92DAp5HA/s320/uvs090506-001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam kurun waktu beberapa tahun saya cukup lama tidak pulang ke tanah leluhur di Kalimantan Tengah, walau sebenarnya home base saya tidak terlalu jauh dari daerah itu. Kebetulan pada awal bulan Mei 2009 ada kesempatan untuk jalan-jalan ke sana, bersilaturahmi dengan sanak saudara di sama. Suatu hal yang membuat saya merasa sangat senang bahwa tampaknya sekarang masyarakat Kalimantan Tengah entah mulai kapan sedang menggalakkan kegiatan untuk menggali kembali warisan luhur kesenian daerah setempat, khususnya berupa seni tari dan musik. Misalnya Dinas Pariwisata di daerah ini secara periodik sering menyelenggarakan event-event lomba kesenian daerah. Demikian juga dalam acara-acara perkawinan para penyelenggara pesta sering mengundang group kesenian untuk memeriahkan suasana. Hal ini membawa dampak positip dalam menumbuh-kembangkan minat generasi muda di daerah Kalteng untuk lebih giat mengasah kemampuan berkesenian, sekaligus bertujuan melestarikan nilai-nilai luhur kesenian daerah ini yang sebenarnya tidak kalah dibandingkan dengan daerah lain. Tidak dapat disangkal lagi bahwa faktor kunci keberhasilan meningkatkan nilai kesenian Kalteng ialah peran aktif pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, walau yang tidak kalah penting dari itu adalah kesediaan masyarakat Kalteng sendiri untuk "menghargai" (dalam arti kesediaan untuk membayar nilai yang setimpal dengan jerih payah dan waktu yang dikorbankan para pegiat seni) sehingga pertunjukan dan semarak kemeriahan dapat terselenggara secara berkesinambungan. Semoga saja demikian.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-7911093078502122140?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalanawan.blogspot.com/feeds/7911093078502122140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4385182557877517808&amp;postID=7911093078502122140&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/7911093078502122140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/7911093078502122140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2009/05/kesenian-daerah-kalimantan-tengah.html' title='Kesenian Daerah Kalimantan Tengah'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/SgZETpMdJ4I/AAAAAAAAAGw/yPV92DAp5HA/s72-c/uvs090506-001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-5353481167079295129</id><published>2008-05-15T08:01:00.009+08:00</published><updated>2008-12-11T14:29:21.714+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sipet'/><title type='text'>Sumpit, senjata tradisional Dayak</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/SCt_zde9DYI/AAAAAAAAAE0/LIS-PM0ZGzM/s1600-h/23abig.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200390716793884034" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/SCt_zde9DYI/AAAAAAAAAE0/LIS-PM0ZGzM/s400/23abig.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumpit yang dalam bahasa Dayak Ngaju disebut &lt;strong&gt;'sipet'&lt;/strong&gt; merupakan senjata tradisional yang sudah dikenal sejak jaman dahoeloe kala. Sipet terbuat dari kayu ulin yang dibentuk dan dilobangi bagian dalamnya sehingga menyerupai pipa lurus, dengan ukuran diameter bagian luar sekitar 3 cm, diameter rongga dalam sekitar 0,75 cm dan panjang sekitar 200 cm. Setelah diraut dan digosok sampai rapi, biasanya kayu ulin tersebut menjadi berwarna hitam mengkilat sehingga permukaannya mirip seperti logam. Pada bagian ujung depan pipa tadi dipasang dua macam aksesori yang terbuat dari besi, yaitu di sisi sebelah bawah dipasang mata tombak yang tajam, dan pada sisi sebelah atas dipasang besi kecil menyerupai pisir pada ujung laras senjata api, yang berguna sebagai alat bantu untuk membidik sasaran. Kedua aksesori tersebut dilekatkan pada batang sipet menggunakan rotan yang dianyam sedemikian rupa sehingga terlihat rapi, kuat dan artistik. Bagian permukaan batang sipet terkadang dihiasi dengan ukiran relief atau ornamen dengan motif khas Dayak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kegunaan utama sipet adalah sebagai senjata atau alat berburu, walaupun bisa juga digunakan sebagai senjata pada saat berperang. Sebagai senjata, ia dilengkapi dengan peluru yang dimasukkan ke dalam lobang laras dan dilontarkan ke arah sasaran dengan cara ditiup menggunakan mulut. Jenis pelurunya ada 2 macam. Jenis pertama terbuat dari tanah liat dalam keadaan setengah basah dibentuk berupa bola-bola kecil sebesar ukuran lubang laras, biasanya digunakan untuk jarak dekat (sekitar 5 meter) untuk berburu binatang kecil misalnya tupai dan burung-burung yang terbang rendah. Jenis peluru yang kedua disebut damek atau lahes, terbuat dari bilah bambu yang diruncingkan seperti anak panah dan di bagian belakangnya dipasang potongan kayu gabus untuk mengatur arah, kurang lebih berfungsi sama dengan bulu angsa yang dipasang pada shuttlecock (bola badminton). Lahes tersebut dibuat dalam jumlah banyak, disimpan di dalam tabung bambu yang sudah diisi dengan cairan 'bisa atau racun' dari binatang liar, sehingga apabila melukai sedikit saja tubuh hewan sasaran akan langsung mematikan. Biasanya lahes digunakan untuk berburu hewan yang lebih besar, misalnya kancil, kijang atau hewan primata (misalnya monyet dll) yang tinggal di atas pohon-pohon tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu hal yang unik pada sumpit ialah ketika pelurunya dilontarkan menuju sasaran, tidak akan terdengar bunyi apapun yang membuat sasarannya mengetahui dari mana sumber asal serangan. Hal ini berbeda dengan senapan atau senjata api. Konon hal ini jugalah yang membuat Belanda kewalahan dalam perang gerilya melawan suku Dayak di Kalimantan. Kita tahu bahwa sebagai bangsa Eropah, orang Belanda itu mempunyai rasa ingin tahu yang sangat tinggi terhadap setiap hal yang belum dimengerti olehnya. Suatu ketika pasukan serdadu Belanda melintasi hutan. Kebetulan tidak jauh dari situ ada beberapa orang suku Dayak sedang mengintai. Merekapun melontarkan peluru sumpit dari tanah liat yang sengaja diarahkan pada sebatang pohon di depan salah seorang serdadu Belanda. Para serdadu tadi langsung berkerumun meneliti benda apakah gerangan yang tiba-tiba melesat di depan hidungnya. Ketika mereka asyik berkerumun itulah mereka diserang dengan peluru beneran, yaitu lahes yang mengandung racun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada masa kini, anak-anak Dayak di daerah pedalaman Kalimantan masing sering bermain perang-perangan menggunakan 'sumpit-sumpitan' yang terbuat dari ruas bambu kecil dengan peluru tanah liat. Meskipun maksudnya cuma sekedar main-main tapi sesekali peluru tanah tersebut sering juga tanpa disengaja mengenai tubuh lawan. Sakiiit, tapi asyik.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-5353481167079295129?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/5353481167079295129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/5353481167079295129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2008/05/sumpit-senjata-tradisional-dayak.html' title='Sumpit, senjata tradisional Dayak'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/SCt_zde9DYI/AAAAAAAAAE0/LIS-PM0ZGzM/s72-c/23abig.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-2204205915132271156</id><published>2008-05-13T13:13:00.004+08:00</published><updated>2008-12-11T14:29:21.948+08:00</updated><title type='text'>Patung Suku Dayak</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/SCkkqde9DXI/AAAAAAAAAEs/o9o8ZtkWgfA/s1600-h/IMG_5389.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199727556663512434" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/SCkkqde9DXI/AAAAAAAAAEs/o9o8ZtkWgfA/s400/IMG_5389.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di depan rumah tinggal suku Dayak di Kalimantan Tengah atau Kalimantan Timur sering dijumpai beberapa patung menyerupai manusia laki-laki atau perempuan yang terbuat dari kayu ulin. Fungsi atau kegunaan dari patung tersebut bisa bermacam-macam. Patung kayu yang berukuran hampir sama dengan manusia di kalangan suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah biasanya merupakan sisa pelaksanaan upacara tiwah, yaitu upacara ritual mengantar arwah leluhur ke alam surga loka. Patung dalam ukuran yang lebih kecil biasanya merupakan sisa upacara ritual selain Tiwah dan sengaja dipasang di depan halaman rumah karena diyakini bahwa patung-patung tersebut mempunyai kekuatan magis untuk mengusir roh-roh jahat yang ingin mengganggu sang empunya rumah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-2204205915132271156?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/2204205915132271156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/2204205915132271156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2008/05/patung-suku-dayak.html' title='Patung Suku Dayak'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/SCkkqde9DXI/AAAAAAAAAEs/o9o8ZtkWgfA/s72-c/IMG_5389.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-6671884916269602344</id><published>2008-05-06T13:11:00.002+08:00</published><updated>2008-05-06T13:16:31.903+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suling Tulang Bahuang 2'/><title type='text'>Cara baru menanam pisang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setelah merasa cukup puas bermain air, Bahuang mengangkat potongan pohon pisang bagiannya dari sungai, langsung dibawa masuk ke dalam rumahnya.&lt;br /&gt;- Lho, mengapa dibawa ke dalam rumah? Orang menanam pisang itu di kebun Uang, bukan di dalam rumah. – tegur Kelep.&lt;br /&gt;- Ah, kamu saja yang belum tahu. – kata Bahuang.&lt;br /&gt;Sekarang ada cara baru menanam pisang supaya cepat berbuah. –&lt;br /&gt;- Cara baru bagaimana? – Kelep jadi penasaran.&lt;br /&gt;- Ditanam diatas dapuhan. -&lt;br /&gt;Kalau masyarakat di perkotaan akhir-akhir ini sedang ribut membicarakan program konversi energi dari kompor minyak tanah menjadi kompor gas, masyarakat di negeri Kelep dan Bahuang masih ketinggalan satu langkah di belakang. Mereka masih menggunakan ’dapuhan’, yaitu tungku tempat memasak berupa timbunan tanah yang dibuat di dalam rumah, berukuran lebih kurang 2 meter kali 4 meter dan menggunakan sumber energi dari kayu bakar.&lt;br /&gt;- Dasar otakmu layau , - kata Kelep kelepasan omong. – Aturan dari mana lagi itu? -&lt;br /&gt;- Astaga, rupanya kamu benar-benar belum tahu bahwa bercocok tanam di kebun itu sudah ketinggalan jaman. Itu pertanian gaya jadul. –&lt;br /&gt;- Jadul itu apa sih? – Kelep bertanya dengan lugu.&lt;br /&gt;- Jadul itu artinya jaman dulu, bego. –&lt;br /&gt;- Terus, bego itu apaan? –&lt;br /&gt;- Bego itu ya uong alias blo’on. -&lt;br /&gt;- Ooooo … begitu. -&lt;br /&gt;- Sejalan dengan himbauan pemerintah melarang penduduk pedalaman melakukan ladang berpindah dan merambah hutan, ada paradigma baru yang lebih murah dan praktis dalam seni bercocok tanam, yaitu diatas media dapuhan. –&lt;br /&gt;- Apa keistimewaan tanah dapuhan? –&lt;br /&gt;- Sejak dahulu orang tahu bahwa tanah bekas bakaran itu lebih subur dari pupuk manapun. –&lt;br /&gt;- Mengenai hal itu aku sudah paham Uang. Dari jaman dahulu nenek moyang kita selalu membakar ladangnya sebelum menanam, sampai-sampai pemerintah menuduh mereka sebagai biang kerok penyebab kebakaran hutan. Padahal yang membakar hutan itu kan para petani berdasi dari ibukota. -&lt;br /&gt;- Keunggulan kedua karena kucing suka membuang hajat diatas dapuhan sehingga lebih memperkaya zat-zat yang diperlukan oleh tanaman. Keunggulan yang lain bahwa tanaman diatas dapuhan mudah dirawat karena lokasinya lebih dekat dan setiap saat bisa diawasi sehingga tidak sempat diganggu oleh hama. –&lt;br /&gt;- Oooo ... – kata Kelep, walau sebenarnya ia tetap belum mengerti dengan jalan pikiran Bahuang. Bagaimana mungkin orang dapat bercocok-tanam diatas dapuhan, di dekat tungku perapian tempat memasak yang panasnya bisa lebih dari 300 derajat celsius? Mustahil, kata Kelep dalam hati. Benar-benar tidak masuk akal. Tapi biarlah, Bahuang mau menanam pisang dimana saja, mau di atas dapuhan atau diatas dahinya, masa-bodoh. Itu urusan dia sendiri. Kelep akan tetap menanam pisangnya di kebun di samping rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi, hal pertama yang dilakukan Bahuang begitu ia bangun dari tidur ialah memeriksa tanaman pisangnya di pojok dapuhan. Pada pagi hari pertama dan hari kedua belum tampak adanya perubahan yang signifikan. Pada hari ketiga, daun pisang tampak mulai menguning. Wah, kalau sudah kuning artinya sudah mulai masak, kata Bahuang dalam hati. Dia mengambil daun kuning tersebut dan mencicipinya, tapi koq tidak enak? Phei, ia mengeluarkan lagi dari dalam mulutnya. Mungkin belum masak sempurna, pikirnya. Keesokan harinya daun pisang yang berwarna kuning semakin banyak. Ia mencoba lagi mencicipi seperti kemarin, tapi rasanya belum ada perubahan. Tetap tidak enak. Begitu pula yang terjadi pada hari-hari berikutnya. Setiap hari Bahuang mencicipi daun pisang yang ditanamnya. Setelah daun pisang habis, ia mencoba mencicipi pelepahnya. Setelah pelepah habis, iapun mencoba mencicipi batangnya. Namun rasanya tetap tidak sesuai dengan harapan, yaitu seperti rasa buah pisang. Akhirnya pohon pisang itu habis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Kutipan dari Buku Suling Tulang Bahuang - dituturkan kembali oleh Wishnu Singapari)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-6671884916269602344?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/6671884916269602344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/6671884916269602344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2008/05/cara-baru-menanam-pisang.html' title='Cara baru menanam pisang'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-4144120609905229883</id><published>2008-04-18T16:51:00.001+08:00</published><updated>2008-04-18T16:51:30.081+08:00</updated><title type='text'>Flickr</title><content type='html'>This is a test post from &lt;a href="http://www.flickr.com/r/testpost"&gt;&lt;img alt="flickr" src="http://www.flickr.com/images/flickr_logo_blog.gif" width="41" height="18" border="0" align="absmiddle" /&gt;&lt;/a&gt;, a fancy photo sharing thing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-4144120609905229883?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalanawan.blogspot.com/feeds/4144120609905229883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4385182557877517808&amp;postID=4144120609905229883&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/4144120609905229883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/4144120609905229883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2008/04/flickr.html' title='Flickr'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-5450161987003280219</id><published>2008-04-18T08:37:00.003+08:00</published><updated>2008-12-11T14:29:22.276+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sapundu'/><title type='text'>Sapundu Sakti dari Mirah</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/SAfuTH5g1gI/AAAAAAAAAEc/CcqGkb1-bxw/s1600-h/sapundu1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190379107872986626" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/SAfuTH5g1gI/AAAAAAAAAEc/CcqGkb1-bxw/s320/sapundu1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;Koran Banjarmasin Post - Kamis, 06 April 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;BAGI sebagian warga Kalteng yang pernah berkunjung ke Museum Balanga dan melihat benda-benda antik serta situs budaya yang dikoleksi dalamnya, mungkin pernah mendengar cerita Sapundu (Patung untuk adat Tiwah) tertua di Kalteng bisa berpindah-pindah tempat karena digerakan roh halus.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Situs budaya berupa patung kepala manusia yang diukir dari batang kayu ulin bekas upacara Adat Tiwah berumur ratusan tahun yang diambil dari Desa Tumbang Mirah, Kabupaten Katingan yang menjadi salah satu koleksi Sapundu di Museum Balanga ini sering berpindah-pindah tempat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anehnya, semua penjaga museum yang ditanya tentang perpindahan patung ini mengaku tidak pernah memindahnya.&lt;br /&gt;Lebih parah lagi, menurut Eliwati, salah seorang staf yang menjaga situs budaya di Museum, karena seringnya patung Sapundu ini berpindah tempat dengan sendirinya ini membuat takut pegawai museum serta pengunjung yang datang.&lt;br /&gt;Mereka mulai menduga di dalam patung ada roh halus yang menghuninya. Diceritakan, saat patung diboyong dari Desa Tumbang Mirah, petugas yang memotong batang pohon sempat jatuh sakit hingga berminggu-minggu dan setiap malam selalu bermimpi didatangi roh penunggu Sapundu tersebut.&lt;br /&gt;Untuk menenangkan roh yang diduga bersemayam di dalam Sapundu, Kepala Museum Kepurbakalaan Anom, bersama staf museum dibantu damang kepala adat dayak melakukan adat ritual dengan persembahan beberapa binatang agar petugas yang memotong pohon Sapundu tidak diganggu mahkluk halus serta Sapundu yang diletakan di dalam museum tidak berpindah-pindah tempat.&lt;br /&gt;Alhasil menurut, Kasi Koleksi Museum, Yemina Yulita, hingga saat ini sejumlah Sapundu itu tidak lagi berpindah-pindah dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Pengelola museum juga mematri patung-patung Sapundu itu dengan membuat lantai dari papan agar patung tidak bergerak dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Dari ritual itu juga kata dia, petugas yang memotong Sapundu di Desa Tumbang Mirah saat itu pun sembuh total dan tidak pernah lagi bermimpi didatangi roh halus yang sebelumnya selalu mengganggu-nya. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;(faturahman/bpost)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-5450161987003280219?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/5450161987003280219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/5450161987003280219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2008/04/sapundu-sakti-dari-mirah.html' title='Sapundu Sakti dari Mirah'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/SAfuTH5g1gI/AAAAAAAAAEc/CcqGkb1-bxw/s72-c/sapundu1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-3750563584560087389</id><published>2008-04-10T08:52:00.004+08:00</published><updated>2008-12-11T14:29:22.389+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasib Sapundu'/><title type='text'>Nasib Sapundu</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R_1qEcRanhI/AAAAAAAAAEQ/-ajXqKS62ls/s1600-h/100_2344.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187418970341940754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R_1qEcRanhI/AAAAAAAAAEQ/-ajXqKS62ls/s320/100_2344.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Berita Harian KaltengPos Sabtu, 9 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Pencuri Sapundu Dikejar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;PALANGKA RAYA –Terbongkarnya modus pencurian sapundu (tiang berukir patung untuk upacara tiwah, Red) di Desa Bukit Rawi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau Rabu (6/2) lalu menjadi perhatian Jajaran Polda Kalteng. Pihaknya, kini sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran pelaku.&lt;br /&gt;Hal itu ditegaskan Kapolda Kalteng Brigjen Pol Drs H Dinar SH MBA melalui Kabid Humas AKBP Soegiyarto. Jumat (8/2) siang. “Saat ini pelaku masih dalam pengejaran. Diketahui pelaku ada tiga orang dan masih dalam pemeriksaan. Sapundu yang masih dalam pengejaran ada sekitar empat jumlahnya,” ungkap pamen ini.&lt;br /&gt;Selain melakukan penyelidikan, Polda juga sedang melakukan pengembangan. “Sedang dicari siapa pelaku sebenarnya. Ada kemungkinan pelaku ke luar daerah,” tambahnya.&lt;br /&gt;Beberapa pencurian sapundu selama tahun 2007 tecatat ada sekitar tiga kasus. Awal 2007 di Desa Sei Pasah Kapuas Hilir sebuah sapundu yang merupakan benda adat masyarakat Kaharingan hilang dari tempatnya, Rabu (14/3).&lt;br /&gt;Pencurian dengan modus sama terjadi 8 Juli 2007. Pelaku berhasil diungkap jajaran Polsek Kuala Kuayan Kabupaten Kotim. Demikian juga 29 September 2007 terjadi pencurian di Desa Tumbang Lahang Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, benda bersejarah yang telah berusia ratusan tahun itu raib dari tempatnya. Kejadian itu membuat warga resah terutama pemilik sapundu, namun pencuri belum berhasil diringkus.&lt;br /&gt;Dengan rangkaian kejadian itu, Soegiyarto mengimbau pemilik sapundu agar merawat aset sejarah yang memiliki nilai tinggi ini.&lt;br /&gt;“Karena kalau tidak dirawat bisa diambil orang-orang yang tidak bertanggung jawab, demikian juga jika masyarakat ada yang melihat sapundu dibawa orang-orang tertentu agar melapor pihak berwajib,” katanya.&lt;br /&gt;Belum diketahui apakah pencurian ini ada sendikatnya atau tidak yang berhubungan dengan pencuri benda-benda bersejarah. Selain aset sejarah, sapundu juga merupakan aset wisata.&lt;br /&gt;Kasubdin Seni dan Budaya Dinas Kebudayaan Kalteng, Alfret Bahan menyayangkan seringnya pencurian sapundu.&lt;br /&gt;“Jelas orang itu tidak menghargai budaya apalagi memeliharanya. Kalau kita melihat nilai sapundu yang terbuat dari kayu ulin merupakan sesuatu yang sakral untuk keluarga,” jelas Alfret per telepon.&lt;br /&gt;Sapundu dibuat saat tiwah yaitu merupakan acara ritual pembongkaran kuburan orang yang telah meninggal untuk ditempatkan dalam sebuah sandung.(rob/*/opa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-3750563584560087389?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/3750563584560087389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/3750563584560087389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2008/04/nasib-sapundu.html' title='Nasib Sapundu'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R_1qEcRanhI/AAAAAAAAAEQ/-ajXqKS62ls/s72-c/100_2344.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-7255101510712597485</id><published>2008-03-24T12:01:00.004+08:00</published><updated>2008-03-24T14:32:12.585+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suling Tulang Bahuang'/><title type='text'>Dari Buku "Suling Tulang Bahuang"</title><content type='html'>Dasar latak talun ! - kata Pang Beruk mulai ngomel lagi. Maksudnya (kurang-lebih) dasar sialan. Harta benda mereka sudah hampir ludes untuk batatamba&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4385182557877517808#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; dan membayar balian, tapi ia belum juga kunjung sembuh. Meskipun demikian Indang Beruk dan anak-anaknya tidak putus asa. Mereka terus berusaha mencari balian yang lain lagi, walau harus pergi ke tempat-tempat yang lebih jauh. Berkat memang sabar, akhirnya mereka menemukan seorang balian bernama Nyai Indang Kempes. Tidak ada orang yang mengetahui dengan pasti apakah itu nama asli atau nama dibuat-buat, tapi bila melihat penampilan pisiknya, nama itu memang sesuai baginya. Umurnya sekitar tigapuluh lima tahun. Pipinya kempes, dadanya kempes, perutnya kempes, kaki tangan dan seluruh tubuhnya kurus kerempeng, hampir mirip dengan penderita gizi buruk, atau lebih tepat lagi kalau dikatakan bahwa ia termasuk kalangan elit atau ekonomi sulit. Penampilannya benar-benar tidak bonafid. Tapi bagi Indang Beruk, bonafid atau tidak, tetap perlu dicoba. Namanya juga usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, Indang Beruk meminta Nyai Indang Kempes melaksanakan upacara balian untuk mengobati suaminya. Seperti biasa, sebelum mulai balian Nyai Indang Kempes melakukan diagnose atau pemeriksaan pendahuluan terhadap pasiennya. Pang Beruk sudah tidak lagi terlalu mempermasalahkan orang bolak-balik membuka dan melihat benda keramatnya. Masya allah, benda itu sudah semakin besar saja. Sekarang sudah sebesar buah labu dan berwarna kuning kemerahan.&lt;br /&gt;- Sakitnya sudah berapa hari? – tanya Nyai Indang Kempes.&lt;br /&gt;- Sudah tujuh hari. – jawab Indang Beruk.&lt;br /&gt;- Bagaimana asalmula kejadian penyakitnya? –&lt;br /&gt;- Semula ada sesuatu yang menggigit atau menyengat biji kemaluan Pang Beruk. Kami tidak tahu entah binatang apa. Pada luka bekas gigitan itu kemudian timbul benjolan sebesar biji jambu mente. Dari ke hari benjolan itu semakin besar, disertai rasa sakit luar biasa. -&lt;br /&gt;- Bagian mana yang terasa paling sakit? – kini Nyai Indang Kempes bertanya kepada Pang Beruk.&lt;br /&gt;- Pada bagian yang mengalami pembengkakan sampai ke seluruh pinggang. Selain itu juga pada bagian belakang kepala. –&lt;br /&gt;Nyai Indang Kempes merogoh ’kusak nyilip’ tempat peralatannya yang terbuat dari anyaman rotan. Indang Beruk mengira ia akan mengeluarkan botol minyak garu atau benda-benda keramat peralatan balian, tapi ternyata ia keliru. Nyai Indang Kempes mengeluarkan stetoskop dan tensimeter, langsung digunakan untuk memeriksa denyut nadi dan tekanan darah Pang Beruk. Balian macam apa pula yang satu ini? Pikir Indang Beruk dalam hati. Tapi ia diam saja sambil memperhatikan Nyai Indang Kempes memasang tensimeter pada lengan kanan Pang Beruk sebelah atas, dipencet-pencet dan diputar-putar, lalu terdengar bunyi udara keluar. Cesss.&lt;br /&gt;- Sudah diberi obat apa saja? -&lt;br /&gt;- Hanya reramuan tatamba made in kampoeng. -&lt;br /&gt;Nyai Indang Kempes melanjutkan pemeriksaan dengan mengecek kelopak mata, bagian belakang telinga, bagian bawah dagu dan yang terakhir ia memeriksa lidah dan bagian dalam rongga mulut Pang Beruk. Setelah selesai pemeriksaan ia terdiam beberapa saat, seolah sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat.&lt;br /&gt;- Sebenarnya penyakit apa yang dialami Pang Beruk? - Indang Beruk bertanya dengan hati-hati. Sebelum menjawab pertanyaan itu Nyai Indang Kempes memberi kode dengan gerakan tangannya supaya mereka pindah ke tempat yang agak jauh sehingga pembicaraan mereka tidak dapat didengar langsung oleh Pang Beruk.&lt;br /&gt;- Pang Beruk kemungkinan besar mengalami sakit pembengkakan kelenjar getah bening. Hal ini berawal dari radang akibat adanya infeksi bakteri atau parasit pada luka bekas gigitan tadi, sehingga sel-sel limfosit di dalam tubuhnya mengalami pembesaran karena menumpuk pada kelenjar getah bening. Dalam bahasa medis kondisi seperti itu disebut limfadenopati. –&lt;br /&gt;- Apa itu sel limfosit? –&lt;br /&gt;- Kalau diumpamakan, sel limfosit itu kurang lebih sama dengan pabrik sel-sel darah putih. Tugasnya seperti tentara, menjaga tubuh kita dari serangan kuman, parasit atau virus. –&lt;br /&gt;- Mengapa tentara bisa mengalami pembengkakan?&lt;br /&gt;- Pembengkakan itu merupakan reaksi tubuh ketika melawan serangan kuman penyakit. Misalnya kita mengalami bisul di kaki, maka bisa menimbulkan pembesaran kelenjar getah bening di selangkangan. Fenomena ini oleh masyarakat disebut dengan istilah sekelan, atau dalam bahasa Ngaju disebut ’nguntit.’ Biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah dua atau tiga hari. Tapi kalau ’nguntit’ itu tidak sembuh-sembuh bahkan semakin membesar, berarti harus diwaspadai, karena merupakan keadaan tidak normal. Pembengkakan seperti itu bisa saja menjalar menjadi kanker kelenjar getah bening, atau sering juga disebut kanker limfoma. –&lt;br /&gt;- Apa ada harapan untuk sembuh? –&lt;br /&gt;- Pada tahap yang paling ringan dapat disembuhkan dengan obat anti infeksi, misalnya Bactrim Forte. Tapi kalau sudah pada tahap kanker limfoma akan lebih berbahaya, karena penyakit tersebut merupakan jenis kanker yang paling cepat berkembang menjadi berat. Bila tidak diobati, dalam waktu sekitar enam bulan penderita bisa meninggal dunia. Walau demikian, penyakit ini bisa disembuhkan apabila ditangani secara dini. Pengobatannya bisa melalui kemoterapi, terapi antibodi monoklonal, radiasi, terapi biologik, dan cangkok sumsum tulang. Terapi mana yang akan dilakukan, sangat tergantung pada beberapa hal, antara lain jenis penyakit, sejauh mana penyebaran penyakitnya, lokasi yang terkena, kondisi fisik dan usia pasien.&lt;br /&gt;- Penyakit Pang Beruk pada tahap yang mana? -&lt;br /&gt;- Mudah-mudahan masih pada tahap yang masih relatif ringan. Tetapi yang agak repot ialah karena Pang Beruk mengalami sakit multi dimensi. -&lt;br /&gt;- Apa yang dimaksud penyakit multi dimensi? -&lt;br /&gt;- Maksudku, selain penyakit fisik yang dijelaskan tadi, Pang Beruk juga secara psikologis menderita penyakit spiritual. Ia sedang berada dibawah pengaruh ilmu ghaib ’pakihang.’ Hal ini mengakibatkan proses pengobatan apapun yang dijalaninya tidak akan dapat membuat ia sembuh. Ibarat orang sedang mengalami gagal ginjal, setiap obat yang dimasukkan ke dalam tubuhnya tidak dapat diproses untuk menyembuhkan, tetapi malah beralih fungsi menjadi racun di dalam aliran darahnya. Oleh karena itu fungsi ginjalnya harus dipulihkan terlebih dahulu. -&lt;br /&gt;- Ilmu ’pakihang’ itu apa lagi? -&lt;br /&gt;- Maaf, sebenarnya aku tidak enak mengatakan hal ini. Menurut ’penglihatan’ mata batinku Pang Beruk pernah mengambil, atau tegasnya mencuri barang milik orang lain yang bukan haknya. Celakanya, barang itu sebelumnya sudah dirajah atau ’diisi’ orang dengan ilmu ghaib yang oleh masyarakat setempat disebut ilmu ’pakihang.’ Ada juga yang menyebutnya ’kiwang’.&lt;br /&gt;- Apa itu semacam guna-guna atau ilmu santet? –&lt;br /&gt;- Bukan. Ilmu santet itu identik dengan ilmu hitam, digunakan untuk tujuan menyakiti orang lain. Mungkin karena alasan dendam, sakit hati atau karena memang tidak suka dengan pihak korban. Tidak peduli apakah pihak korban punya kesalahan atau tidak terhadap orang yang menyantet.&lt;br /&gt;Sedangkan ilmu pakihang bertujuan untuk melindungi suatu barang dari tindakan vandalisme atau pencurian. Pakihang tidak akan pernah menyakiti orang lain sepanjang orang itu tidak mencuri barang yang sudah dirajah tadi. Tapi siapa saja yang berani coba-coba mengambilnya tanpa persetujuan dari pemilik barang, akan mengalami penyakit aneh seperti Pang Beruk sekarang. -&lt;br /&gt;- Apakah cara kerjanya selalu seperti itu? Maksudku apakah setiap orang yang kena pakihang itu akan mengalami sakit bengkak pada kemaluannya? -&lt;br /&gt;- Tidak selalu seperti itu, tergantung kepada jenis pakihang yang dirajah sebelumnya. Misalnya ada pakihang yang digunakan untuk melindungi rumah. Apabila pencuri masuk ke dalam rumah itu maka ia akan kehilangan ingatan. Ia akan berputar-putar di dalam rumah dan tidak tahu jalan untuk keluar, sampai si pemilik rumah datang untuk membebaskannya dari pengaruh ilmu tersebut. Kamu harus bersyukur karena pakihang yang dialami oleh suamimu itu masih tergolong ringan. -&lt;br /&gt;- Memangnya ada yang lebih menyakitkan dari itu?&lt;br /&gt;- Banyak. Di suatu daerah di pulau Kalimantan ada ilmu pakihang yang bisa membuat kemaluan orang jadi benar-benar hilang dari tempatnya dan tahu-tahu sudah pindah tempat, menempel di dinding. -&lt;br /&gt;- Itu di daerah mana? -&lt;br /&gt;- Tidak perlu aku sebutkan, supaya orang selalu berhati-hati meski berada di daerah mana saja.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4385182557877517808#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;&lt;em&gt;[1]&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; batatamba = berobat&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-7255101510712597485?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/7255101510712597485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/7255101510712597485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2008/03/dari-buku-suling-tulang-bahuang.html' title='Dari Buku &quot;Suling Tulang Bahuang&quot;'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-184970042184228044</id><published>2008-01-03T08:30:00.000+08:00</published><updated>2008-12-11T14:29:22.567+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Selamat datang tahun 2008'/><title type='text'>Selamat datang tahun 2008</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151041990449126722" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R3wtZh_XXUI/AAAAAAAAADo/hyOpUPpCDko/s320/banjir+jatim.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;BANJIR: &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Deretan mobil antre melintasi jalan raya Ngopak, Kecamatan Grati, Pasuruan, Jawa Timur, yang terendam banjir, Rabu. Banjir juga mengakibatkan ratusan rumah di Kabupaten Pasuruan tergenang air. (photo : ANTARA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tahun 2007 yang lalu kita awali dengan tragedi jatuhnya pesawat Adam Air di Laut Sulawesi. Seratus dua orang penumpang hilang tanpa bekas. Tahun itu juga kita akhiri dengan musibah tanah longsor di Tawangmangu Karang Anyar Jawa Tengah. Sedikitnya 67 korban terkubur hidup-hidup. Bahkan hari-hari pertama dalam tahun 2008 ini televisi dan surat kabar kita penuh dengan berita bencana banjir yang melanda daerah aliran sungai bengawan Solo, mulai dari Jawa Tengah sampai ke Jawa Timur. Menurut catatan meluapnya bengawan Solo ini merupakan peristiwa terburuk selama 40 tahun terakhir. Keadaan ini sungguh membuat kita merasa prihatin, sekaligus juga semakin mengukuhkan ramalan group musik Bimbo itu : "Tahun dua ribu .... pulau Jawa akan tenggelam."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya hanya dapat mengingatkan agar kita tidak cepat putus asa, meski mungkin pulau Jawa benar-benar akan tenggelam tapi pulau-pulau lain di negara kita masih banyak yang lebih luas dari pulau Jawa dan penduduknya masih kosong. Sumatera, Sulawesi, Papua dan pilihan terakhir tentu saja pulau Kalimantan yang dulu paling ditakuti oleh suku pendatang karena penuh dengan head hunter (ngayau) dan manusia berekor yang haus darah. Percayalah, hal-hal seperti itu tidak ada di pulau Kalimantan dan hanyalah sebuah paranoid yang sengaja diciptakan untuk memecah belah bangsa. Kami membuka diri untuk menerima dengan ramah siapa saja yang bersedia datang kemari untuk bersama membangun pulau besar ini untuk kesejahteraan bersama, dengan sikap dan semangat saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain. Selamat datang tahun 2008. Selamat datang saudara Jawa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-184970042184228044?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/184970042184228044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/184970042184228044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2008/01/selamat-datang-tahun-2008.html' title='Selamat datang tahun 2008'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R3wtZh_XXUI/AAAAAAAAADo/hyOpUPpCDko/s72-c/banjir+jatim.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-6356478227076822593</id><published>2007-12-18T15:11:00.000+08:00</published><updated>2008-12-11T14:29:23.043+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta juga perlu perahu'/><title type='text'>Jakarta juga perlu perahu</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145213064582514354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R2d4BZAjxrI/AAAAAAAAADg/NWS11Fhn6V4/s320/123674.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R2d2vJAjxpI/AAAAAAAAADQ/quVtkGsp-W8/s1600-h/tendean1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145211651538273938" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R2d2vJAjxpI/AAAAAAAAADQ/quVtkGsp-W8/s320/tendean1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siapa bilang perahu hanya diperlukan di Kalimantan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Paling tidak setiap tahun satu kali perahu yang menjadi kendaraan andalan di daerah terpencil dan menjadi simbol kemiskinan serta keterbelakangan ternyata juga merupakan kendaraan yang sangat diperlukan di Jakarta. Saya jadi teringat pada tahun 1980-an. Ketika itu group musik Bimbo menciptakan sebuah lagu yang syairnya antara lain : "Tahun dua ribu ... Tahun dua ribu ... Mungkin pada waktu itu pulau Jawa akan tenggelam." Nyatanya sekarang syair lagu itu sudah hampir menjadi kenyataan. Setiap tahun banjir melanda pulau Jawa, terutama Jakarta. Dari tahun ke tahun kedalaman banjir semakin tinggi sehingga mengakibatkan masyarakat semakin menderita. Kita tidak tahu apakah karena permukaan laut semakin naik atau permukaan Jawa semakin turun. Terus kalau nanti pulau Jawa benar-benar tenggelam saudara-saudaraku yang ada di pulau Jawa harus pindah ke mana? Pindah saja ke Kalimantan. 'Kan semua sudah mahir naik perahu?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-6356478227076822593?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/6356478227076822593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/6356478227076822593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2007/12/jakarta-juga-perlu-perahu.html' title='Jakarta juga perlu perahu'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R2d4BZAjxrI/AAAAAAAAADg/NWS11Fhn6V4/s72-c/123674.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-3552170259567557575</id><published>2007-11-27T15:43:00.000+08:00</published><updated>2008-12-11T14:29:23.306+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa atau Kalimantan'/><title type='text'>Jawa dan Kalimantan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R0vN5jKgZOI/AAAAAAAAACw/3T30Vdd6wXo/s1600-h/Dragon_Boat.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137426188521727202" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R0vN5jKgZOI/AAAAAAAAACw/3T30Vdd6wXo/s200/Dragon_Boat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Cerita tentang perbedaan antara Jawa dan Kalimantan sudah banyak saya alami. Jawa itu ibarat surga dan Kalimantan adalah dunia fana. Orang Jawa hanya bersedia pergi ke Kalimantan kalau terpaksa. Disini mereka memulai karir dari nol, atau mulai menjadi pengusaha dari golongan gerobak bakso. Impian mereka hampir selalu sama. Jika sudah kaya pulanglah ke Jawa, tinggalkan tanah Kalimantan yang belum beradab karena disini hanya ada perahu dan pasar terapung. Kalau menjadi pegawai, jika sudah status pegawai tetap usahakan bagaimanapun caranya supaya mutasi ke Jawa. Atau boleh juga tetap di Kalimantan tapi dengan imbalan harus naik pangkat dan menduduki posisi penting. Terjadilah sikap diskriminatif. Penduduk asli hanya boleh jadi bawahan atau rakyat jelata, tidak boleh menempati posisi penting. Sampai kapan kita memelihara sikap seperti ini? Sampai kapan kita bangga dengan kesombongan dan tinggi hati? Entahlah, tapi lihatlah apa yang dialami pulau Jawa beberapa waktu terakhir ini. Banjir bandang di Jakarta semakin sering dan semakin tinggi, badai tsunami, gempa Yogya, Lumpur Lapindo dan beberapa kali letusan gunung berapi. Sungguh kami di pulau Kalimantan merasa prihatin atas peristiwa-peristiwa tersebut. Tapi dibalik semua itu ada baiknya kita merenung, apakah bencana tersebut terjadi begitu saja, atau sebagai peringatan atas kesombongan kita?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-3552170259567557575?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/3552170259567557575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/3552170259567557575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2007/11/jawa-dan-kalimantan.html' title='Jawa dan Kalimantan'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R0vN5jKgZOI/AAAAAAAAACw/3T30Vdd6wXo/s72-c/Dragon_Boat.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4385182557877517808.post-2388419545866111919</id><published>2007-11-19T15:43:00.000+08:00</published><updated>2008-12-11T14:29:23.470+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu dari Surabaya'/><title type='text'>Seorang ibu dari Surabaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R0FCVzKgZJI/AAAAAAAAAB0/2PQ7hdkFmeE/s1600-h/100_2518.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134457992458036370" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R0FCVzKgZJI/AAAAAAAAAB0/2PQ7hdkFmeE/s320/100_2518.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu ketika saya kebetulan sedang berada di Jakarta. Di dalam lift saya bertemu dengan seorang ibu muda yang menanyakan saya berasal dari mana. Saya jelaskan bahwa saya berasal dari Kalimantan. Secara sepontan la berseru : Wow, jauh sekali! Sayapun balas bertanya : Ibu berasal dari mana? Ia menjawab bahwa ia berasal dari Surabaya. Itu belum apa-apa. Yang lebih dahsyat lagi ia kembali bertanya : Apa di Kalimantan ada mobil? Saya menjawab bahwa di Kalimantan hanya ada perahu. Dia langsung diam. Saya tidak tahu apa yang ada di dalam hatinya. Mungkin ia kasihan kepada saya, mungkin juga ia merasa bangga karena tidak hidup di Kalimantan, Sulawesi atau Papua. Ia memang pantas merasa bangga, sebab kita semua tahu bahwa pembangunan di Jawa memang jauh lebih dirasakan dibandingkan dengan luar Jawa, meski sebagian dibiayai dengan hasil yang dibawa dari Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Tapi saya bertanya di dalam hati, andai ibu muda ini sedang berada di Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong, Amerika atau Eropa, apakah ia masih bisa merasa bangga? Entahlah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4385182557877517808-2388419545866111919?l=kalanawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalanawan.blogspot.com/feeds/2388419545866111919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4385182557877517808&amp;postID=2388419545866111919&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/2388419545866111919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4385182557877517808/posts/default/2388419545866111919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalanawan.blogspot.com/2007/11/seorang-ibu-dari-surabaya.html' title='Seorang ibu dari Surabaya'/><author><name>wishnu singapari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00112676231115312800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JhWfWPaIAV0/R0FCVzKgZJI/AAAAAAAAAB0/2PQ7hdkFmeE/s72-c/100_2518.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
